Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar sharing pandangan soal investasi berasal dari manufaktur mobil listrik, Tesla, di Amerika Serikat. Meskipun kondisi ekonomi Indonesia sedang menurun akibat covid-19, namun hal ini tidak dirasakan Elon Musk yang merupakan CEO Tesla.

Terutama, menyangkut alasan Tesla membangun pabrik di pusat industri teknologi Silicon Valley, California, bukan di pusat otomotif Detroit, Michigan. “Secara tentu tidak ada yang sadar kenapa Elon Musk (CEO Tesla) menentukan Silicon Valley untuk mendirikan Tesla,” kata Arcandra Tahar di dalam account instagramnya @arcandra.tahar terhadap Senin, 22 Februari 2021.

Perpindahan Pabrik Tesla Ke Texas

Arcandra melanjutkan, bahwa di Amerika, terkandung beberapa pusat industri. Khusus untuk otomotif, pusatnya ada di Detroit. Di sinilah, perusahaan otomotif seperti General Motors, Ford, hingga Chrysler berkantor dan mengembangkan basis mengolah mereka. Artinya, kota ini sudah punyai ekosistem industri otomotif.

Tapi, Tesla selamanya menentukan Silicon Valley, yang punyai ekosistem industri teknologi. Hingga terhadap suatu hari, Arcandra berkesempatan untuk berkunjung ke pusat pengembangan teknologi tidak benar satu perusahaan mobil listrik yang juga berlokasi di Silicon Valley. “Sewaktu berkunjung ke sana, kami terlalu terkejut,” kata dia.

Sebab, tidak ada gejala pabrik berikut dihuni perusahaan otomotif. Tidak ada tim yang merancang bodi, suspensi, steering systems, dan brakes. “Apakah sebuah perusahaan mobil listrik tidak ulang pikirkan bersama dengan aerodinamika berasal dari sebuah mobil,” kata dia. Pengalaman ini yang memicu Arcandra menduga ada beberapa alasan berasal dari Elon Musk yang juga suka bermain sbobet menentukan Silicon Valley.

Alasan Elon Musk Berpindah Pabrik

Pertama, talenta paling baik di bidang teknologi Info bersama dengan sudah ada di lokasi ini. Mereka teruji membuahkan teknologi yang membuat perubahan peradaban manusia seperti Google, Apple, dan yang lainnya.

Kedua, teknologi chips paling mutakhir mampu didapat bersama dengan bekerja di dalam ekosistem yang sudah terbentuk di Silicon Valley. Ketiga, ada venture capitalist yang rela mendanai ide-ide terobosan baru, sama sekali berbahaya tinggi.

Tak hanya itu, Arcandra menyebutkan mobil listrik memang hanya mengganti 30 % komponen berasal dari mobil konvensional. Sementara 70 % komponen lainnya masih sama. Sehingga, Elon hanya fokus terhadap 30 % komponen itu saja.

Sehingga, kompetitor lain yang rela masuk usaha mobil listrik dapat ada problem mengejar Elon Musk. “Elon Musk terlalu cerdas untuk tidak bermain di komponen yang 70 persen,” kata Arcandra. Walau demikian, Tesla memang sudah memberitakan rencana relokasi sejak Desember 2020. Mereka dapat meninggalkan Silicon Valley dan tukar ke Austin, Texas.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *