Corona Mencapai Usia Satu Tahun – Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, DRG Oscar Primadi, mengatakan tingkat kematian anak dari mahkota Karea adalah jumlah tertinggi dalam kasus nasional. Menurut data yang terpenuhi, dari semua jumlah kabar bahagia dari atta halilintar dan aurel hermansyah dan anak kecil yang meninggal menunjukkan jumlah kematian terbesar di bawah anak-anak di bawah satu tahun, hingga 34%. Situasi kasus Covid-19 pada anak-anak juga menunjukkan kematian yang tinggi dalam kisaran usia antara 0 dan 4 tahun sebesar 54% dengan tingkat penyembuhan 22%. Kasus Covid-19 melawan anak-anak di Indonesia membutuhkan perhatian khusus.

Data dikumpulkan oleh Kementerian Kesehatan hingga 19 Juli 2020, jumlah infeksi virus mahkota pada anak mencapai 8,1% atau sekitar 6.700 anak-anak dari semua kasus. Sementara angka kematian Covid-19 pada anak-anak adalah 1,6% atau sekitar 130 orang. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (Organisasi Kesehatan Dunia / WHO) menetapkan tingkat kematian karena virus mahkota lebih rendah dari SARS, yang telah diganggu pada 2002-2003 dan menewaskan hampir 800 orang.

Laporan AFP, yang mengatakan, virus Cina digunakan untuk menyerang mereka yang berusia lebih dari 60 tahun. Kemudian, virus ini juga merupakan serangan biasa yang menderita penyakit lain. Tingkat kematian Covid-19 bervariasi dari 2 hingga 5%, lebih tinggi dari penyakit flu, yang merupakan tingkat kematian pada 0,1%. Namun, angka itu kurang dari angka kematian di SARS, yaitu 9,5%.

Corona Mencapai Usia Satu Tahun Di Dunia

Sementara itu, menurut hasil Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China (CDC), angka kematian pada pasien umumnya bervariasi sesuai dengan usia. Selain itu, lembaga cara daftar sbobet ini mengatakan bahwa korban meninggal pada umumnya adalah orang yang lebih tua yang memiliki sejarah masalah kesehatan. Data menunjukkan pusat koordinasi dan koordinasi Covid-19 (Pikobar) saat ini pada 07.47 WIB, jumlah pasien yang pulih di Jawa Barat tiba di 411 orang atau meningkat 13 orang pada 19 hingga 20 Mei.

Di sisi lain, angka kematian dengan deklarasi Covid-19 mencapai 124 orang, hanya satu orang yang meningkat dalam periode interval yang sama. Artinya, tingkat kematian karena infeksi virus melambat. Namun, tingkat peringatan tidak boleh longgar. Karena, di Jawa Barat masih ada risiko penularan. Dari halaman Pikobar, pada 19 hingga 20 Mei, ada 21 kasus positif, masih ada 21 orang. Total pasien positif (termasuk pulih dan mati) di Jawa Barat mencapai 1.700 orang. Sebagian besar tersebar di kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan kota Bandung.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *